Softsub Adalah: Arti Softsub dan Bedanya dengan Hardsub
Softsub disimpan terpisah dari video, jadi penonton bisa nyalain, matiin, atau ganti bahasanya, dan teksnya bisa diedit tanpa render ulang.
Ringkasan
- Softsub gak nempel di gambar, jadi penonton yang mutusin mau nyalain atau gak.
- Softsub biasanya berupa berkas teks terpisah, misalnya SRT.
- Buat klip yang diunggah ke banyak platform, hardsub lebih praktis karena teksnya ikut di video.
Softsub dibaca pemutar video bareng videonya. Karena terpisah, teksnya bisa diedit tanpa render ulang video.
Contoh softsub
- Berkas .srt atau .vtt yang diunggah bareng video ke YouTube.
- Teks otomatis YouTube. Menurut Bantuan YouTube, bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda termasuk bahasa yang didukung teks otomatis.
- Subtitle di film yang bisa kamu ganti bahasanya dari menu pemutar.
Kapan pakai softsub, kapan hardsub?
Softsub cocok buat video panjang di YouTube atau video yang butuh beberapa bahasa. Buat klip yang diunggah ke TikTok, Reels, dan Shorts sekaligus, hardsub lebih praktis karena teksnya ikut di videonya. Subtitle di klip KlipDong dibakar ke video saat render, jadi KlipDong gak ngasih ekspor berkas SRT atau VTT. Perbandingan lengkapnya ada di artikel hardsub vs softsub, dan cara bikin subtitle otomatis ada di halaman subtitle otomatis bahasa Indonesia.
Pertanyaan yang sering ditanya
Format berkas softsub apa aja?
Format yang umum dipakai antara lain SRT, VTT, dan ASS. Berkas ini isinya teks plus penanda waktu kapan tiap baris muncul.
Softsub atau hardsub buat klip pendek?
Kalau klipnya mau diunggah ke beberapa platform, hardsub lebih praktis karena teksnya nempel di video. Softsub lebih cocok kalau kamu upload di satu platform yang ngedukung subtitle terpisah, misalnya YouTube.
Sumber
- Menggunakan teks otomatis - Bantuan YouTube (dicek 2026-10-12)
Terakhir dicek